OSN Kabupaten Bekasi

16 04 2009

Rabu sore, 15 April 2009, langit kabupaten bekasi diwarnai pelangi. Pelangi perasaan peserta yang mengikuti seleksi Olimpiade Sains tingkat SMA/sederajat. Ada yang senang karena dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu provinsi. Namun ada juga yang belum berhasil. Bagi saya, ini pertama kalinya saya melaksanakan olimpiade bukan di kota kelahiran saya, Cirebon. Sedikit ada yang berbeda rasanya.

Pagi-pagi sekitar pukul 6, 23 jagoan SMA Presiden (termasuk saya tentunya) sudah bangun untuk makan pagi dan berangkat ke tempat lomba, SMA Negeri 1 Tambun Selatan. Berdoa menjadi bagian terpenting untuk mengawali pertandingan nan akbar itu. Macet dan panas mewarnai perjalanan kami.

Kami sampai di sana tepat waktu. Tepat sebelum Apel Pembukaan. Upacara berlangsung tenang (hanya sedikit gangguan karena pemimpin pasukan yang sangat “tipis”). Kepala Dinas yang sedang sakit menyempatkan diri menyampaikan pesan-pesannya.

Tak lama kemudian bel berbunyi menandakan semua peserta harus siap menerima semua soal yang ada. Deal or no deal itulah kenyataannya. Peraturan dibacakan, soal dibagikan, dan…
3
2
1
FIGHT!!!

Semua mengerjakan soal dengan tenang (termasuk saya tentunya).
Susah?? Tentu.
Namun, tidak ada keluh susah terlihat di wajah peserta lain. Tentu saya panik melihat keadaan itu. “Buset… nih orang-orang jago-jago banget yaaa!?”. survey pada 1 orang menyatakan bahwa soal tahun ini jauh lebih gila, lebih parah, lebih ruwet, lebih susah, lebih dari dan tidak sama dengan tahun lalu.

Dua jam tidak terasa. Semua peserta wajib, mesti dan kudu menyerahkan jawaban dan soal kepada pengawas. Semua peserta keluar ruangan dengan tertib dan berharap-harap Tyas (eh… Harap-harap cemas ding).

Sekitar 6 jam menunggu, akhirnya apel penutupan sekaligus pengumuman yang ditunggu-tunggu dilaksanakan juga. Semua peserta kembali berbaris dan Pemimpin pasukan yang tipis itu kembali memunculkan taringnya untuk mengatur barisan. Pengumuman itu merupakan kesenangan bagi sebagian siswa dan kekecewaan bagi sebagian yang lain. Di umumkanlah 48 pejuang yang akan melanjutkan pemikiran mereka di tingkat provinsi (termasuk saya tentunya).
Beberapa teman saya seperti Febrian, Ade dan kak Irul mendapat peringkat pertama dalam seleksi itu (termasuk saya tentunya) dan beberapa lagi seperti Cindy dan Kak Fira berturut-turut mendapat Harapan 3 dan 1 di Matematika, kak Billy mendapat Harapan 2 di Fisika, Shaine mendapat Harapan 2 di Biologi, Kak Feri mendapat Harapan 1 di IT, Kak Mirna mendapat Juara 3 di Astronomi, dan Kak Felix mendapat juara 2 di Geosains.

Langit di tempat itu menjadi bersinar di tempat itu untuk 48 orang yang lolos (termasuk saya tentunya) dan menjadi sedikit kelabu bagi yang belum berhasil.
Jangan terlalu menyesali bagi yang belum berhasil karena sesungguhnya semua yang mengikuti kompetisi itu adalah yang terbaik.

Kami dari SMA Presiden (termasuk saya tentunya) langsung pulang kembali ke kehidupan asrama yang flat tapi seru. dan miungkin ini terakhir kalinya saya mengucapkan “termasuk saya tentunya” karena semua orang disini (termasuk saya tentunya) sedang ngantuk-ngantuknya.
Destra BP (Bukan Picil).





Jembatan Es Antartika Patah

14 04 2009

Sebuah jembatan es di Antartika yang menahan lapisan es sebesar wilayah Jamaika patah, dan ini memperbesar kekhawatiran soal dampak pemanasan global.

Ada indikasi baru bahwa lempengan hamparan es itu mungkin akan segera terlepas dari Antarktika. Gambar-gambar satelit terbaru dari Badan Angkasa Eropa (ESA) menunjukkan bahwa salah satu jembatan es yang menghubungkan lempeng Wilksin dengan dua pulau yang berdampingan telah runtuh.

Para ilmuwan mengatakan, pemanasan global menyebab ambruknya jembatan es tersebut. Lempeng itu telah mengalami penyusutan sejak tahun 1990-an, tapi ini kali pertama kehilangan salah satu penghubung yang menahannya tetap di tempat.

Survei Kutub Selatan Inggris (British Antarctic Survey) menyatakan, enam lapisan es di bagian yang sama benua itu telah hilang. Sebuah foto satelit ESA menunjukkan gunung-gunung es baru tercipta yang mengapung di laut di belahan barat semenanjung Antarktika yang menonjol dari benua itu ke arah ujung selatan Amerika Selatan.

“Sangat mencengangkan bagaiman es itu pecah,” kata David Vaughan, glasiologis pada British Antarctic Survey, seperti dikutip kantor berita Reuters. “Dua hari lalu, dia masih utuh. Kami menunggu lama untuk melihat ini,” tambah Vaughan.

Profesor Vaughan berdiri di atas jembatan es itu bulan Januari untuk menempatkan pelacak GPS untuk memantau pergerakan. Meski patahan itu tidak memengaruhi permukaan laut, ini memperbesar kekhawatiran soal dampak perubahan iklim di bagian Antarktika tersebut.

Menurut ilmuwan, Semenanjung Antarktika telah mengalami pemanasan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam masa 50 tahun terakhir. Beberapa lapisan es menyusut dalam 30 tahun terakhir, enam dari jumlah itu ambruk total.3211243p





Outbond OSIS Lama

14 04 2009

Hari itu senin pagi saya bersiap-siap dengan baju kebesaran saya (kebesaran bukan maksudnya kebanggan, tapi emang kegedean), baju OSIS dengan nametag dan pin OSIS kesayangan saya, saya terburu-buru pakai sepatu PDH karena PKS udah mulai ngitung mundur…
Sampai di luar, saya kaget karena liat Kucek dan Audy yang akan berangkat bareng saya ke Pasir Randoe ternyata memakai baju bebas rapi. Secara tidak sengaja sumpah serapah keluar dari mulut saya karena Kucek nggak ngasih tau soal pakaian dan bawaan buat outbond di Pasir Randoe tersebut (untung Kucek udah biasa menerima sumpah serapah).
Akhirnya saya langsung balik lagi ke kamar dan ganti baju disana. Untungnya, Audy yang waktu itu jadi PKS berbaik hati tidak memberi saya hukuman push-up seperti pada yang terlambat lainnya. Tapi karena temen-temen udah pada masuk ke ruang makan, saya terpaksa nggak ikut makan dan menunggu di luar Blok B.
Hari itu, saya dan Kak Feri sedang sibuk ngurusin Tim Olimpiade (maklum anak-anak pinter…). Naik turun tangga, cari Pak Wawan, Pak Ujang, Bu Elisabeth, dan cari anak-anak pinter lainnya buat disuruh keruang perkusi untuk latihan intensif pun harus kami jalani dengan senang hati.
Sekitar jam setengah sepuluh, kami (Saya, Audy, Kucek, dan kak Feri) berangkat menuju Pasir Randoe bersama para OSIS lama, pak Indra, Pak Edi, Pak Octo, Pak Yayan dan Pak Bali. Di jalan ngantuk. Untung sebelah saya Audy dan bukan Kucek, jadi saya bisa nyandar di bahu Audy (bukan berarti saya homoan Audy lho…).
Udah nyampe? Belum.
Saya masih harus jalan kaki sekitar 500 meter untuk dapat mencapai Final Destination.
Setelah sampai di sana, duduk-duduk dan foto-foto dilakukan (meskipun cuma OSIS lama yang foto-foto, saya sama Audy yang jadi tukang fotonya). Nggak berapa lama, kita pindah ke suatu pendopo nan sejuk. Kapan Outbondnya???
Sabar. Saya dengerin dulu evaluasi tentang kerja OSIS lama agar kesalahan OSIS lama gak terulang lagi di OSIS baru. Anehnya, kok bawa-bawa English Day ya? Saya diminta memperbarui English Day gitu… Yaaaa meskipun lama dengerin pembina ngomong, apalagi Pak Yayan yang selalu bilang “Satu hal lagi” secara berkali-kali.
Terus Outbond???
Belum. Kita Makan siang dulu di bis, eh karena panas buanget kita pindah ke teras rumah orang ding. Terus Sholat Dzuhur di jamak Ashar. Imamnya siapa lagi??? Kak Anugerah Firdauzi, M.kr (Mantan Ketua Rohis), S.dd (Sang Dewan Disiplin).
Nah langsung aja deh. Outbond dimulai!
Dari 30 siswa yang ada di sana dibagi menjadi 3 Kelompok masing-masing 10 orang. Saya selalu sekelompok dengan soulmath saya, Kak Feri.
Pertama saya main Flying Fox. Kak Sunny sama Kak Ocha udah nangis-nangis gitu ketakutan, meskipun akhirnya berani main juga. Sesaat, saya berasa lebih tinggi beberapa meter. Abis itu saya main Burma Bridge. Semacam jembatan serambut di belah tujuh. Gak lebai juga sih… Semacem jembatan tali yang dapat dengan bebas kita bolak balikin tuh orang yang lagi nyeberang. Kapan lagi kan bisa ngerjain tuh senior-senior (tapi sayang gak sempet ngerjain kak anugerah).
Selanjutnya Labirin.
Gak seru sih… Cuma beberapa kali kesasar… Serunya cuma waktu saya ninggalin Kucek.
The Last bu not least.
Apa yaaaa namanya???
saya sih namain Perahu Drumpong.
Perahu dari drum kopong.
Seru buanget. pake ada yang nyemplung lagi…
yang parah, celana kak Pras melorot separo ampe kliatan belahan-belahan gitu deh…
terus ada yang jail mau nyemplungin kak Pras, tapi kak Pras bertumpu pada Audy, akhirnya Audy mempertahankan kaki kanannya yang nggak boleh kena air karena ketusuk paku pas galungan itu.
Meskipun kepala dan badannya bahkan kaki karinya udah nyemplung, dia tetep pertahanin kaki kanannya. Hebat banget gak coba???

Tapi gak seru di terakhir. Mas-mas yang jagain tuh perahu marah karena drumnya pada terdampar gara-gara kita main terlalu ekstrim. Si Kucek dengan berbaik hati ngambil satu dari drum-drum yang terdampar itu.

Hari sudah semakin sore, saya dan teman-teman kembali ke asrama tercinta. Kembali menjalani kehidupan flat yang lumayan menyenangkan.
Sejujurnya, ini Outbond saya yang paling menyenangkan.
Destra BP (Bukan Picil).





Hello world!

14 04 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!